2017 Lenten Campaign

English

AOHD Director’s Message for Lenten Campaign 2017

Fr Bernard Arputhasamy SJWe’ve only just begun, it seems, to touch once again the essentials of our Gospel call to be “Merciful like the Father.” The call of Pope Francis in 2015-2016 is still music to our ears, “The time has come for the Church to take up the joyful call to mercy once more. It is time to return to the basics and to bear the weaknesses and struggles of our brothers and sisters.”

Though the Extraordinary Jubilee Year of Mercy has officially ended, it is hoped that the loving mercy of the Father has found its place—rooted and grounded-- in the hearts, minds and actions of all Christians. We return time and again to the wellspring of our faith, which is “a renewed personal encounter with Jesus Christ, or at least an openness to letting him encounter them; I ask all of you to do this unfailingly each day. No one should think that this invitation is not meant for him or her, since no one is excluded from the joy brought by the Lord.” (The Joy of the Gospel/Evangelii Gaudium, #3).

This renewed personal encounter with God’s merciful love nourishes, transforms, heals and restores us. This encounter invites us to become the same loving mercy of God to others, sharing the same mercy we have experienced and grows into life-giving friendship. We are “liberated from our narrowness and self-absorption” (EG # 8) in order to become fully human, to allow the life of the merciful Father to flow beyond ourselves to all our brothers and sisters in need. “For if we have received the love which restores meaning to our lives, how can we fail to share that love with others?” (EG #8).

Therefore, how can we look for ways to continue witnessing to the mercy and compassion of the Father shown to us in Jesus Christ? How can we allow the life of mercy to flow in us and through us towards others in order to “bear the weaknesses and struggles of our brothers and sisters”?

The theme of Lent 2017 is Following the Way of Christ. This year we have chosen as our Action Focus, “Blessed are the peacemakers, for they will be called children of God.”

Being merciful is the radical and demanding way of Christ that all the followers of Christ are invited to embrace as the essential way of life. The Beatitudes outlines for us the foundation of our “missionary discipleship”. Jesus gives us the values and attitudes needed to contemplate the life and vision of God. Jesus strives to share with us this calling to be the community of the Kingdom, the community that follows the way of Christ to the Father.

The disciples are called “blessed” because God has searched for them and brought them into friendship with Jesus and welcomed them into His Kingdom. They are invited to catch this vision, to have a sense of this life that God wants to share with His people and to be able to lovingly live it even amidst suffering violence and hostility. The way of Christ is opposed to the ways of the world and yet God’s vision will triumph in the end (!) through the power and fidelity of God.

In other words, through our Lenten observances, we are invited to shed or to strip ourselves more and more from our self-interest, self-serving and self-absorbing (through praying, fasting and almsgiving) values and attitudes in order to put on the values and attitudes of Christ. We are called to actively work for peace, to make present the life and vision of God by upholding justice for all our brothers and sisters—“to bear the weaknesses and struggles of our brothers and sisters” especially “the last, the least, the lost and the littlest” including through our care for our common home (cf. Laudato Si).

We have chosen to adopt and adapt the Jubilee Year logo as our Lenten Campaign logo. It captures the vision—merged pair of eyes—of sharing in the life of Christ who carries all of our weaknesses and struggles with tenderness. He invites each one of us to do the same for our brothers and sisters. We are rooted and grounded in Jesus Christ, firmly held by him, amidst all the sufferings brought about by the opposing self-serving values and attitudes of the world. Pope Francis reiterates this pastoral call, “I continue to say that today the revolution is that of tenderness, because from here derives justice and everything else.”

How can we as a community look for ways to be courageous in showing mercy like Christ who embraces us with His tender and merciful love? To live mercy beyond the Year of Mercy … how can we courageously search for ways to be peacemakers bringing about a just world …

Rev. Fr. Bernard Hyacinth Arputhasamy SJ
Director
Office for Human Development
Archdiocese of Kuala Lumpur

Leave this chanting and singing and telling of beads! Whom does thou worship in this lonely dark corner of a temple with doors all shut? Open thine eyes and see thy God is not before thee!

He is there where the tiller is tilling the hard ground and where the pathmaker is breaking stones. He is with them in the sun and in shower, and his garment is covered with dust. Put off thy holy mantle and even like him come down on the dusty soil!

Deliverance? Where is this deliverance to be found? Our master himself has joyfully taken upon him the bonds of creation; he is bound with us all for ever.

Come out of thy meditations and leave aside thy flowers and incense! What harm is there if thy clothes become tattered and stained? Meet him and stand by him in toil and in sweat of thy brow.

(Rabindranath Tagore, Gitanjali, # 11).

DOWNLOADS

Lenten Campaign Booklet Kit - English 
 Lenten Campaign Booklet Kit - Complete Edition

Bahasa

AOHD Direktor Mesej Sempena Kempen Prapaska 2017

Fr Bernard Arputhasamy SJSeolah-olah baru sahaja kita bermula, namun untuk sekali lagi kita mengimbas kembali panggilan Injil kepada kita untuk "Berbelas Kasihan Seperti Bapa." Panggilan dari Bapa Paus Fransiskus pada tahun 2015-2016 umpama muzik yang masih mendendangkan irama di telinga, "Masanya telah tiba untuk sekali lagi Gereja menghidupkan panggilan sukacita dan belas kasihan. Inilah masanya untuk kita berbalik kepada perkara asas dan menggalas bersama kelemahan serta perjuangan saudara saudari kita."

Dengan berakhirnya tahun luarbiasa Tahun Jubili Kerahiman ini, kita mengharapkan agar rahmat belas kasihan Tuhan telah pun memenuhi tempatnya – untuk berakar dan bertumbuh – di dalam hati, minda dan tindakan semua umat Kristian. Kita menjejak kembali perjalanan ke lubuk iman kita, dimana “satu pertemuan peribadi yang diperbaharui oleh Yesus Kristus, atau sekurang-kurangnya keterbukaan kita untuk membiarkan Dia menemui kita; Saya meminta agar kalian melakukan ini saban hari tanpa rasa jemu. Tidak ada seorang pun yang layak untuk mengatakan jemputan ini bukanlah untuk dirinya, kerana setiap kita tidak pernah terkecuali untuk merasakan sukacita yang dibawakan oleh Tuhan kita.” (The Joy of the Gospel/Evangelii Gaudium, #3).

Pertemuan peribadi yang diperbaharui ini menyuburkan lagi cinta kasih dan belas kasihan Tuhan, mengubah, menyembuhkan dan menginsafkan kita. Pertemuan ini mengajak kita untuk saling mengasihi antara sesama seperti mana kasihnya Tuhan kepada semua, untuk berkongsi rahmat yang kita alami dan bertumbuh menjadi hubungan yang hidup. Kita telah “dibebaskan dari kesempitan dan sikap mengutamakan diri sendiri” (EG # 8) untuk kita menjadi manusia sepenuhnya, untuk membenarkan Bapa yang berbelas kasihan mengalirkan kehidupan menerusi diri kita kepada saudara saudari kita yang memerlukan. “Oleh kerana kita telah menerima kasih yang mengembalikan makna kepada kehidupan kita, bagaimana harus kita gagal untuk berkongsi kasih itu dengan orang lain?" (EG # 8).

Justeru, bagaimana kita boleh mencari jalan untuk terus menyaksikan belas kasihan Tuhan yang ditunjukkan melalui Yesus Kristus? Bagaimana kita dapat membenarkan rahmat kehidupan yang mengalir dalam diri kita dan melalui kita agar turut mengalir kepada orang lain untuk "memikul bersama segala kelemahan dan kepayahan saudara saudari kita"?

Tema Prapaska 2017 ialah Mengikuti Jalan Kristus. Pada tahun ini kita telah dipilih sebagai fokus tindakan, "Diberkatilah orang yang membawa damai, kerana mereka akan disebut anak-anak Allah."

Bagi semua pengikut Kristus, berbelas kasihan merupakan cara Kristus yang radikal dan mencabar dan mereka diajak untuk mencontohi dan menjadikan sifat dan sikap Yesus sebagai teladan yang penting di dalam kehidupan. Sabda kebahagiaan merupakan “misi kerasulan” kita. Yesus telah memberikan kita nilai dan sikap yang diperlukan untuk merenung kehidupan sesuai dengan penglihatan-Nya. Yesus berusaha untuk berkongsi dan mengundang kita untuk menjadi komuniti di dalam Kerajaan-Nya, komuniti yang mengikuti jalan Kristus kepada Allah Bapa.

Murid-murid Yesus disebut "diberkati" kerana Tuhan sendiri telah memilih mereka dan membawa mereka ke dalam hubungan langsung dengan Yesus sendiri dan mereka juga sangat dialu-alukan ke dalam Kerajaan-Nya. Mereka dijemput untuk berkongsi visi Yesus, merasai kehidupan Yesus yang penuh kasih setia dimana Dia sendiri mahu kongsikan kepada umat-Nya, supaya adanya belas kasihan terselit di tengah-tengah keadaan yang mengalami keganasan dan permusuhan. Cara Kristus adalah bertentangan dengan cara dunia tetapi visi Tuhan akan beroleh kemenangan akhirnya (!) Melalui kekuasaan dan kesetiaan Tuhan.

Dalam erti kata lain, melalui amalan Prapaska, kita dijemput untuk menyingkirkan sekaligus melucutkan diri daripada bersikap mementingkan diri sendiri, melayani hanya kepada kehendak diri sendiri dan mengutamakan diri sendiri (melalui berdoa, berpuasa dan bersedekah) demi untuk meneladani sikap dan sifat Kristus. Kita dipanggil untuk aktif bekerja memperjuangkan keamanan, untuk menjadikan kehidupan kita serupa dengan gambaran Tuhan dengan menegakkan keadilan untuk semua saudara saudari kita. - "menanggung bersama kelemahan dan kepayahan saudara saudari kita" terutama "yang terakhir, yang paling terpinggir, yang sesat, yang hilang dan yang paling diperkecilkan" termasuklah rumah kediaman kita sendiri (rujuk Laudato Si).

Kita telah memilih untuk mengguna pakai dan menyesuaikan logo Tahun Jubili sebagai logo Kempen Prapaska kita. Penglihatan visi – gabungan sepasang mata - perkongsian kehidupan Kristus yang memikul segala kelemahan dan kesukaran kita dengan penuh kelembutan. Dia menjemput setiap seorang daripada kita untuk melakukan perkara yang sama kepada saudara saudari kita yang lain. Kita berakar serta bertumbuh di dalam Yesus Kristus, dipegang erat oleh-Nya, meskipun kita ditenggelami oleh penderitaan yang disebabkan oleh sikap yang mementingkan diri sendiri serta oleh perlakuan dunia kita hari ini. Sekali lagi Bapa Paus Fransiskus mengulangi panggilan pastoral ini, "saya tegas mengatakan bahawa revolusi hari ini perlu bersifat kelembutan, kerana dari sifat inilah akan lahir keadilan dan segala-galanya."

Bagaimana kita sebagai satu komuniti bergerak bersama untuk tampil berani di dalam menunjukkan belas kasihan seperti Kristus yang memeluk kita dengan kelembutan belas kasihan-Nya? Untuk meneruskan hidup berbelas kasihan selepas Tahun Jubili Kerahiman… bagaimana dengan beraninya kita untuk terus menjadi pewarta damai kepada dunia kita...

Rev. Fr. Bernard Hyacinth Arputhasamy SJ
Pengarah Pejabat Pembangunan Kemanusiaan (AOHD)
Keuskupan Agung Kuala Lumpur

Tinggalkanlah segala dikir dan nyanyian serta bacaan tasbih! Kepada siapakah engkau menyembah di dalam bilik gelap dengan seluruh pintunya yang tertutup itu? Bukalah matamu dan lihatlah Tuhan tidak berada di hadapanmu.

Dia berada ketika para petani bekerja membajak tanah keras dan pada ketika pembuat jalan memecah batuan. Dia ada bersama mereka bermandi peluh di bawah terik matahari , pakainanNya penuh dengan debu. Tanggalkan pakaian kudusmu dan jadilah seperti Dia yang turun berjalan di tanah yang berdebu!

Pembebasan? Di manakah pembebasan itu boleh dikecapi? Tuhan kita sendiri telah bersukacita dengan ikatan ini; ikatan yang mengikat kita bersama untuk selama-lamanya.

Keluarlah dari pertapaan bersama bunga dan kemenyanmu! Apakah menjadi kesilapan seandainya pakaianmu koyak dan berdebu? Bersualah dengan Dia dan berdirilah dihadapan-Nya meskipun di dalam kepayahan dan peluh yang memercik di dahimu.

(Rabindranath Tagore, Gitanjali, # 11).

DOWNLOADS

 Lenten Campaign Booklet Kit - Bahasa 
 Lenten Campaign Booklet Kit - Complete Edition

Mandarin

2017年四旬期运动的讯息

Fr Bernard Arputhasamy SJ看来,我们这才刚开始再次领略我们福音要求的本质──慈悲如同天父。教宗方济各于2015至2016年发出的吁请仍回荡在耳际。“时候到了,我们应欢欣地重拾慈悲的召叫。应回归根本,担待我们弟兄姐妹的软弱与挣扎。”

特别的慈悲禧年已正式划下句点,但愿天父的仁爱与慈悲已有归处──根植于所有基督徒的内心、精神与行动之中。让我们再次回归信仰的泉源,那就是“与耶稣基督重新相遇,或者至少以开放的态度让祂与你们相遇;我也请求你们所有人坚持每天这样做。任何人都没有理由认为这一份邀请对于他或她是无关重要的,因为主已将喜乐带来了,人人有分。”(福音的喜乐#3)

当我们与天主慈悲的爱重新相遇,我们将会得到祂的滋养、革新、治愈及重整。这样的相遇,邀请我们以同样的慈悲去关爱他人,并且分享我们感受过的同一种慈悲,以此发展成赋予生命的友谊。如此,“我们才能从狭隘和过度自以为是中释放出来,成为人上人”(福音的喜乐#8),并让慈悲天父的生命超越我们自己,传递给有需要的弟兄姐妹。“因为凡谁领受了这赋予生命意义的爱,怎会不与他人分享呢?” (福音的喜乐#8)

因此,我们该如何继续体现天父在耶稣基督身上给我们显示的慈悲与怜悯呢?我们该如何允许慈悲的生命流入我们内心,并透过我们流向他人,好能“承担我们弟兄姐妹的软弱与挣扎”呢?

2017年四旬期的主题为“跟随基督的道路”。今年,我们以“缔造和平的人是有福的,因为他们要称为天主的子女。”作为行动焦点的基础。

以慈悲待人是激进且严格的基督之道,所有的基徒门徒都受邀把这精神化作基本的生活方式。真福八端为我们列出使徒生命的基础,耶稣给予我们默想天主生命与眼光所需的价值与态度。耶稣竭尽所能与我们共享这召叫,即成为天国的团体,跟随基督的道路往父那里去。

基徒的门徒被称为“有福”的,因为天主已经找到他们,并带领他们与耶稣建立起友谊,欢迎他们进入祂的王国。门徒们受邀实现这愿景,感受天主要分享给祂子民的生命,即使在遭受暴力及敌对的情况底下,也能够照样充满爱地生活下去。基督的道路与世俗的道路相违,然而,透过主的神力与忠诚,天主的愿景终必获胜!

换言之,透过四旬期的仪式,我们受邀以祈祷、斋戒以及施舍行善,更进一步的除去旧我,即除去自我中心、自我满足和自私自利的价值观,反倒采纳并遵循基督的价值观与态度。我们也受召踊跃地为和平工作,为所有弟兄姐妹维护正义,使天主的生命与愿景得以实现──“担待我们弟兄姐妹,尤其是‘最末的、最穷的、迷失的以及最小的’弟兄姐妹的软弱与挣扎。”这行动包括关爱我们共同的家园(摘自:《愿祢受赞美》Laudato Si)。

我们必须采纳并应用慈悲禧年徽标作我们的四旬期运动的徽标,因为它准确地诠释了我们的愿景──合并的双眼──分享基督的生命,祂温和地背负我们的软弱及挣扎。祂邀请我们每一位以同样的方式对待我们的弟兄姐妹。我们在耶稣基督内找到定位,尽管世间强调自我满足的价值观和态度多处致伤了我们,但我们却依然稳稳地被祂怀抱。教宗方济各重申这召唤:“我再说,今天的革命是温和的,因为正义和其他的一切都是从这里衍生。”

我们该如何以团体的名义出发,勇敢地寻找各种方法显示慈悲,一如基督以祂的温柔和充满慈悲的爱拥抱我们?同时,在慈悲禧年以外的时空,依然活出慈悲……我们该如何勇敢找寻各种方法当调解人以实现公正的世界……

Bernard Hyacinth Arputhasamy神父兼耶稣会士
吉隆坡总教区
全人发展局 主任

把礼赞和数珠撇在一边罢! 你在门窗紧闭幽暗孤寂的殿角里,向谁礼拜呢? 睁开眼你看,上主不在你的面前!

祂是在锄着枯地的农夫那里,在敲石的造路工人那里。太阳下,阴雨里,祂和他们同在,衣袍上蒙着尘土。脱掉你的圣袍,甚至像祂一样低下到泥土里去罢!

超脱吗?从哪里找超脱呢?我们的主已经高高兴兴地把创造的锁链带起:他和我们大家永远连系在一起。

从静坐里走出来罢,丢开供养的香花!你的衣服污损了又何妨呢?去迎接祂,在劳动里,流汗里,和祂站在一起吧。

(罗宾德拉纳特·泰戈尔,吉檀伽利 #11)

DOWNLOADS

 Lenten Campaign Booklet Kit - Mandarin
 Lenten Campaign Booklet Kit - Complete Edition

Tamil

2017  ¬õ ¬ñÊý ¾Åì¸¡Ä ¦ºö¾¢


Fr Bernard Arputhasamy SJ“¾ó¨¾¨Âô §À¡ø þÃì¸ÓûÇÅáö þÕí¸û” ¿ü¦ºö¾¢Â¢ý«¨ÆôÒ ¿õ¨Á Á£ñÎõ ¦¾¡ðÎ «¨Æ츢ÈÐ. ¾¢Õò¾ó¨¾Â¢ý 2015-2016 ¬õ ¬ñÊý ¸Õô¦À¡Õû þýÛõ ¿õ ¸¡Ð¸Ç¢ø ´Ä¢òÐ즸¡ñÊÕ츢ÈÐ. þÃì¸ò¨¾ô ÀüÈ¢ ¿õ ¾¢ÕÀ Á£ñÎõ Á¸¢úîº¢Â¡É «¨Æô¨Àò ¾Ã ¸¡Äõ ÅóРŢð¼Ð. ¿õÓ¨¼Â «ÊôÀ¨¼ìÌ Á£ñÎõ ÅÕžüÌõ, ¿õÓ¨¼Â º§¸¡¾Ã º§¸¡¾Ã¢¸Ç¢ý ÀÄÅ£Éí¸¨ÇÔõ §À¡Ã¡ð¼í¸¨ÇÔõ ¾¡í¸¢ì¦¸¡ûÇ×õ þÐ ¯Ã¢Â ¸¡ÄÁ¡¸×õ «¨Á¸¢ÈÐ.


þ¨È þÃì¸ò¾¢ý ƒ¥À¢Ä¢ ¬ñÎ «¾¢¸¡Ãôâ÷ÅÁ¡¸ ¿¢¨È×ìÌ ÅóÐÅ¢ð¼¡Öõ, «ýÒûÇ þÃì¸ò¾¢ý ¾ó¨¾ «ÅÕ¨¼Â þÕôÀ¢¼ò¨¾, ¬ÆÁ¡¸ ¿õÓ¨¼Â ¯ûÇí¸Ç¢Öõ, ±ñ½í¸Ç¢Öõ ¦ºÂø¸Ç¢Öõ §ÁÖõ «¨ÉòÐ ¸¢È¢ŠÐÅ÷¸Ç¢ý ¦ºÂøÀ¡Î¸Ç¢Öõ ¬ÆÁ¡¸ì ¸ñΦ¸¡ñ¼¡÷.  ¬ñ¼Å÷ þ§ÂͨŠ¿õÁ¢ø ¦ºÂÄ¡üÈ  «ÛÁ¾¢ìÌõ ¾¢Èó¾ ÁÉР þÕó¾¡ø ¿õÁ¡ø ¬ñ¼Å÷ þ§ÂÍ ¸¢È¢ŠÐ§Å¡Î ¦¸¡ñÎûÇ ¾É¢ôÀ𼠠ŢÍÅ¡ºô ÒÐôÀ¢ò¾¨Ä ±¾¢÷¦¸¡ûÇÓÊÔõ.¡Õõ þó¾ «¨ÆôÒ ±ÉìÌâÂÐ «øÄ ±ýÚ ¿¢îºÂÁ¡¸ ¿¢¨Éì¸ìܼ¡Ð.²¦ÉÉ¢ø ¬ñ¼Å÷ ¦¸¡½÷ó¾ Á¸¢ú¢ĢÕóР¡Õõ Å¢Äì¸ôÀΞ¢ø¨Ä ( ¿ü¦ºö¾¢Â¢ý Á¸¢ú / Evangelii Gaudium, ±ñ: 3)

þÃì¸õ ¿¢¨Èó¾ þó¾ ÒÐôÀ¢ì¸ôÀð¼ ºó¾¢ôÀ¢É¡ø, þÃì¸õ ¿¢¨Èó¾ ¸¼×Ç¢ý «ýÒ ¿ÁìÌ ÅÖçðΞ¡¸×õ, Á£ñÎõ ¿¢¨Ä¿¢ÚòО¡¸×õ «¨Á¸¢ÈÐ, þó¾ ºó¾¢ôÀ¢É¡ø «§¾ «ýÀ¢ý þÃì¸ò¨¾ À¢È§Ã¡Î À¸¢÷óЦ¸¡ûÙõ «ÛÀÅò¨¾Ôõ, ¿õÅ¡úÅ¢ø ÅÇ÷¨ÂÔõ,  ¿ðÒȨÅÔõ ¾Õ¸¢ÈÐ. ¿õÓ¨¼Â ÌÚ¸¢Â ±ñ½ò¾¢Ä¢ÕóÐõ, «¨ÉòÐõ ±É째 ±ýÛõ ¾¡ý §¾¡ýÈ¢ò¾Éò¾¢Ä¢ÕóÐõ   Å¢ÎÀ¼ §ÅñÎõ. (¿.Á.±ñ:8) þ¾É¡ø ¿¡õ ÓبÁÂ¡É ÁÉ¢¾ò¾ý¨Á ¯ûÇÅ÷¸Ç¡¸×õ, ¿õ¨ÁÔõ ¾¡ñÊ §¾¨Å¢ø þÕìÌõ ¿õÓ¨¼Â º§¸¡¾Ã º§¸¡¾Ã¢¸§Ç¡Î þÃì¸ÓûÇ þ¨ÈÅÉ¢ý Å¡ú¨Å À¢ÈÕìÌ ¾Ã þÂÖõ. ¿õÓ¨¼Â Å¡úÅ¢ø ´÷ «÷ò¾¨¾ ¦¸¡ñÎÅó¾ «§¾ «ý¨À ¿¡õ ¦ÀüÚ즸¡ñ§¼Á¡É¡ø, «ó¾ «ý¨Àô À¢È§Ã¡Îô À¸¢÷óÐ ¦¸¡ûž¢Ä¢ÕóÐ ¿¡õ ±ùÅ¡Ú ¾ÅÈ  ÓÊÔõ?(¿.Á. ±ñ:8)

±É§Å, þ§ÂÍÅ¢ø ¾ó¨¾ þ¨ÈÅý ¸¡ðÊ þÃì¸ò¨¾Ôõ «ý¨ÀÔõ ¿¡õ ¦¾¡¼÷óÐ ¸¡ðÎõ º¡ðº¢¸Ç¡¸ ±ùÅ¡Ú ¾¢¸Æ ÓÊÔõ? þÃì¸ò¾¢ý Å¡ú×  ¿õ Å¡úÅ¢ø ÅÆ¢ó§¾¡Ê , ¿õ º§¸¡¾Ã º§¸¡¾Ã¢¸Ç¢ý ÀÄÅ£Éí¸û ÁüÚõ §À¡Ã¡ð¼í¸ÙìÌ ±ùÅ¡Ú ¿¡õ º¡ðº¢ À¸ÃÓÊÔõ?
 

2017 ¬õ ¬ñÊý ¾Å측Äì ¸Õô¦À¡Õû, “þ§ÂÍÅ¢ý ÅÆ¢¨Âô À¢ýÀüÚ¾ø”   þó¾ ¬ñÎ ¿¡õ §¾÷óЦ¸¡ñ¼ §¿¡ì¸õ: “«¨Á¾¢  ²üÀÎòЧš÷ §ÀÚ¦Àü§È¡÷;  ²¦ÉÉ¢ø «Å÷¸û ¸¼×Ç¢ý Áì¸û   ±É  «¨Æì¸ôÀÎÅ¡÷.”

þÃì¸Ó¨¼§Â¡Ã¡ö þÕôÀÐ ¸¢È¢ŠÐ¨Åô À¢ýÀüÚõ Áì¸Ç¢ý Å¡ú쨸¢ø Á¢¸ þýȢ¨Á¡¾¾¡¸×õ  «ÊôÀ¨¼Â¡É  «¨ÆôÀ¡¸×õ ¾¢¸ú¸¢ÈÐ. §ÀÚ¦Àü§È¡Ã¢ý ̽¿Äý¸û “àШÃôÀ½¢Â¢ý º£¼òÐÅò¾¢ý” «Êò¾ÇÁ¡Ìõ. þó¾ ̽¿Äý¸û ¿õ Å¡ú¨ÅÔõ  ¸¼×Ç¢ý à翡쨸Ôõ ¬ÆÁ¡¸ º¢ó¾¢ì¸ þ§ÂÍ ¿ÁìÌì ¦¸¡Îò¾ Á¾¢ôÀ£Î¸Ùõ «ÏÌӨȸÙõ ¬Ìõ. ¸¼×Ç¢ý «Ãº¢ý ºã¸Á¡¸ò ¾¢¸Æ , ´§Ã ºã¸Á¡¸ þ§ÂÍÅ¢ý ÅÆ¢¨Âô  À¢ýÀüÈ¢ ¾ó¨¾¨Â¢¼õ ¦ºøħÅñÎõ ±ýÀ¨¾ ¿õ§Á¡Î þ§ÂÍ ¬ÆÁ¡¸ À¸¢÷óÐ ¦¸¡ûÇ «¨Æ츢ȡ÷.

º£¼÷¸û “ §ÀÚ¦Àü§È¡÷” ±ýÚ «¨Æì¸ôÀð¼É÷. ²¦ÉýÈ¡ø ¸¼×û «Å÷¸¨Çò §¾Êì ¸ñÎÀ¢ÊòÐ, «Å÷¸¨Ç ¾õÓ¨¼Â ¿ñÀ÷¸Ç¡¸ «Åâý «Ãº¢ø «¨ÆòÐ즸¡ñ¼¡÷.  º£¼÷¸û «ó¾ àç¿¡ì¨¸ì ¸ñΦ¸¡ûÇ×õ,  ÐýÀí¸û ÅýӨȸû þÕó¾§À¡Ðõ «¾ý Áò¾¢Â¢Öõ  ¸¼×û «Åâý Á츧ǡΠþó¾ «ýÒ Å¡ú쨸¨Â Àí¸¢ðÎ즸¡ûÇ Å¢ÕõÒ¸¢È¡÷. ¸¢È¢ŠÐÅ¢ý ÅÆ¢ ¯Ä¸¢Éâý ÅƢ¢ĢÕóÐ ÀÄáÖõ ±¾¢÷ì¸ôÀθ¢ÈÐ. þÕó¾¡Öõ ¸¼×Ç¢ý ¦¾¡¨Ä§¿¡ìÌô À¡÷¨Å þÚ¾¢Â¢ø «ÅÕ¨¼Â ÒÉ¢¾Á¡É  þ¨È «ýÀ¡ø ¦ÅüÈ¢¦ÀÚõ(!)

§ÅÚ Å¨¸Â¢ø ÜÚŦ¾ýÈ¡ø, ¿õÓ¨¼Â ¾Åì¸¡Ä ÓÂüº¢¸¨Ç §Áü¦¸¡ûž¢ý ÅƢ¡¸, ¿¡õ,  ¿õÓ¨¼Â,  ±ý Å¢ÕôÀõ, ±ý §¾¨Å ÁüÚõ ±ý Ѹ÷× ±ýÀÅüȢĢÕóРŢÎÀðÎ, ¦ºÀõ, ¾Àõ ÁüÚõ ¾÷Áõ ¬¸¢Â Á¾¢ôÀ£Î¸û ÁüÚõ ̽¿Äý¸Ç¢ý ÅƢ¡¸ þÅü¨È «½¢óЦ¸¡û§Å¡õ. «¨Á¾¢ì¸¡¸ ÐÊô§À¡Î ¦ºÂøÀ¼×õ, ¿õÓ¨¼Â º§¸¡¾Ã º§¸¡¾Ã¢¸Ç¢ý ¿£¾¢ì¸¡¸ §À¡Ã¡Îž¢Öõ, ÅÖÅ¢Æó¾Å÷¸û, ÁüÚõ ÐÂÃôÀΧšÕìÌî º¡ðº¢¸Ç¡¸ ¾¢¸úž¢ý ÅƢ¡¸×õ  ¿¡õ ¸¼×Ç¢ý à翡쨸 ¿¢¨Ä¿¢ÚòЧšõ. (Ä¡ù¼¡§¼¡ º¢)

þò¾Åì¸¡Ä º¢ýÉÁ¡¸ þ¨È þÃì¸ò¾¢ý ƒ¥À¢Ä¢ ¬ñÊý º¢ýÉò¨¾ ¿¡õ ±ÎòÐ즸¡ñ§¼¡õ. þó¾î º¢ýÉõ þÃñÎ ¸ñ¸û ´§Ã ¸ñ§½¡Î þ¨½óÐûÇÐ. ¿õÓ¨¼Â ÀÄÅ£Éí¸¨ÇÔõ, §À¡Ã¡ð¼í¸¨ÇÔõ ¦Áý¨Á§Â¡Î ÍÁóЦ¸¡ûÙõ ¸¢È¢ŠÐÅ¢ý Å¡úÅ¢ø ¿¡õ ÀíÌ ¦ÀÚõ ¸¡ðº¢¨Âì ¸¡ðθ¢ýÈÐ. þ¨¾ô §À¡Ä§Å ¿¡Óõ ¿õÓ¨¼Â º§¸¡¾Ã º§¸¡¾Ã¢¸¨ÇÔõ ¾¡í¸¢ì¦¸¡ûÙÁ¡Ú þ§ÂÍ «¨Æ츢ȡ÷.þù×ĸ¢ý , ÐýÀí¸û ÐÂÃí¸ÙìÌ Áò¾¢Â¢Öõ ¿õÓ¨¼Â Í §º¨ÅìÌ ±¾¢Ã¡¸ ¦ºÂøÀ¼  ¿¡õ þ§ÂÍÅ¢ø  §ÅåýÈ¢ÂÅ÷¸Ç¡¸×õ «Åâø ¿¢¨ÄÂ¡É «Êò¾Çõ ¦¸¡ñ¼Å÷¸Ç¡¸×õ  þÕ츢§È¡õ. ¾¢Õò¾ó¨¾ À¢Ã¡ýº¢Š «Å÷¸û þó¾ §ÁöôÒôÀ½¢ «¨Æô¨À Á£ñÎõ ÅÄ¢ÔÚòи¢È¡÷. “¿¡ý ¦¾¡¼÷óÐ ¦º¡ø¸¢§Èý. ¸É¢Å¡¸ þÕôÀ§¾ þý¨È ¯Ä¸¢ý ÒÃðº¢. ²¦ÉýÈ¡ø, þ¾¢Ä¢ÕóÐ ¾¡ý ¿£¾¢Ôõ ÁüÈ «¨ÉòÐõ ¦ÀÈôÀθ¢ÈÐ

¸¢È¢ŠÐ «ÅÕ¨¼Â ¸É¢Å¡Öõ, þÃì¸Ó¨¼Â «ý¨À ¿õÁ£Ð ¸¡ñÀ¢ôÀÐ §À¡Ä ¿¡õ ±ùÅ¡Ú ºã¸Á¡¸ н¢×Á¢ì¸ Ũ¸Â¢ø À¢ÈÕìÌ þÃì¸ò¨¾ ¸¡ð¼ÓÊÔõ? þÃì¸ò§¾¡Î Å¡úÅÐ .. þÃì¸ò¾¢ý ¬ñÎìÌõ «ôÀ¡üÀð¼Ð... þó¾ ¯Ä¸¢ø «¨Á¾¢¨Â ²üÀÎòÐõ ÅÆ¢¸¨Ç ¸ñÎÀ¢Êì¸ ¿¡õ ±ùÅ¡Ú Ð½¢óÐ ¦ºÂøÀ¼ÓÊÔõ?

«Õû¾¢Õ. ¦À÷É÷𠨆º¢ý «üÒ¾º¡Á¢ §º.º

þÂìÌÉ÷

§¸¡Ä¡Äõâ÷ Á¡Á¨ÈÁ¡Åð¼ ÁÉ¢¾ ÅÇ÷ «ÖÅĸõ

 

þó¾ Á½¢¸Ç¢ý ´Ä¢¨Â ¦ºÀ¢Ôí¸û.. À¡Îí¸û. ¸¾×¸û ãÊ¢ÕìÌõ þó¾ ¬ÄÂò¾¢ý þÕû ¿¢¨Èó¾ ã¨Ä¸Ç¢ø  ¡¨Ã ¿£ Ží¸ô§À¡¸¢È¡ö? ¯ý ¸ñ¸¨Çò ¾¢ÈóÐ À¡÷. ¯ý ÓýÉ¡ø ¸¼×û þø¨Ä;

¯ÆÅý ÀñÀÎòÐõ ¿¢Äò¾¢Öõ,  ¸ü¸¨Ç ¯¨¼òÐ º¡¨Ä¸û «¨Áô§À¡Ã¢ý þ¼ò¾¢Öõ ¾¡ý «Å÷ þÕ츢ȡ÷. ¦Å¢ĢÖõ, Á¨Æ¢Öõ «Å÷¸û ¯Îò¾¢Â¢ÕìÌõ Òؾ¢ ¿¢¨Èó¾ ¯¨¼Â¢Öõ «Å÷¸§Ç¡Î «Å÷ þÕ츢ȡ÷.  «ó¾ô ÒÉ¢¾ô §À¡÷¨Å¨Â ±ÎòÐÅ¢ðÎ Òؾ¢ ¿¢¨Èó¾ º¡¨Ä¢ø «Å¨Ãô §À¡ø þÈí¸¢ Å¡!

 

Ţξ¨Ä? Ţξ¨Ä¨Â ±í§¸ ¸ñÎÀ¢Êì¸ ÓÊÔõ?  ¿õÓ¨¼Â ±ƒÁ¡É÷ Á¸¢ú§Â¡Î À¨¼ôÀ¢ý ¸ðθ¨Ç «ÅÉ¢¼Á¢ÕóÐ Á¸¢ú§Â¡Î ±ÎòÐÅ¢ð¼¡÷. «Å÷ ¿õ§Á¡Î ±ýÚõ þ¨½ó¾¢Õ츢ȡ÷.

¾¢Â¡Éò¾¢Ä¢ÕóÐõ. àÀõ, ÁÄ÷¸Ç¢ý ¿ÎŢĢÕóÐõ ¦ÅÇ¢§Â Å¡Õí¸û. ¸ó¾Ä¡É ÁüÚõ ¸¨ÈôÀÊó¾ н¢¸Ç¡ø ´ýÚõ ¾£íÌ ÅóРŢ¼ô§À¡Å¾¢ø¨Ä. ¯ý ¸ÊÉ §Å¨Ä¸ÙìÌ ¿ÎÅ¢Öõ, ¦¿üȢŢÂ÷¨Å¢Öõ «Å¨Ã ºó¾¢ôÀ¡Â¡¸!

(ÃÀ£ó¾Ã¿¡ò ¾¡Ü÷. ¸£¾¡ïºÄ¢ ±ñ:11)
 

DOWNLOADS

 Lenten Campaign Booklet Kit - Tamil
 Lenten Campaign Booklet Kit - Complete Edition